Dia…. Tonggak hati di masa lalu
Berhati malaikat bermata telaga
Pergi tanpa kata selamat tinggal
Tinggal diam di hamparan perdu
Dan berselimut melati putih
Dia…. Menawarkan payung hati
Di hari-hari penghujan yang panjang
Berhati awan, sesejuk daun
Mencoba masuk dan mengobati
Menyusun ulang hari-hari
Kau…. Datang dan membuatku sekilas memandang
Membawa jutaan kenangan yang tertahan
Memecah bendungan kepedihan
Tetapi juga membawaku menari di awan
Di ujung hari penghujan
Dia, Dia dan Kamu…
lalu… Bagaimana dengan aku…?
Yogyakarta, 8 Desember 2009
Eswys
Dia, Dia dan Kamu
1 Komentar »
{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }
riezkyoktorawaty Berkata:
on 8 Desember 2009 at 06:28
nice