Archive for Desember, 2009

Dia, Dia dan Kamu

Dia…. Tonggak hati di masa lalu
Berhati malaikat bermata telaga
Pergi tanpa kata selamat tinggal
Tinggal diam di hamparan perdu
Dan berselimut melati putih
Dia…. Menawarkan payung hati
Di hari-hari penghujan yang panjang
Berhati awan, sesejuk daun
Mencoba masuk dan mengobati
Menyusun ulang hari-hari
Kau…. Datang dan membuatku sekilas memandang
Membawa jutaan kenangan yang tertahan
Memecah bendungan kepedihan
Tetapi juga membawaku menari di awan
Di ujung hari penghujan
Dia, Dia dan Kamu…
lalu… Bagaimana dengan aku…?
Yogyakarta, 8 Desember 2009
Eswys

Kau Layak Bahagia

Bagai angin ia lalu menyisakan dingin dan sedih
Kehilangan yang panjang menciptakan gurat perih
Membujur di sepanjang hati dan hari-hari
Membekukan seluruh sendi
Bagaimana dengan janji-janji?
Bagaimana dengan mimpi-mimpi?
Jendela usang penuh rahasia terbuka
Embun dan angin menyelusup
Menyibakkan genta gemerincing
Memecah rembang petang yang basah
Seolah kulihat sosok yang telah lama pergi
Tertimbun tanah merah bermarka batu
Hari ini kuharap itu hanya mimpi
Mimpi panjang yang kunikmati sendiri
Adakah kau di sana…
Memandangiku, tersenyum dan berkata
“Kukirim dia untukmu”
Sementara kutahu itu tak mungkin
Bukankah telah kau kirimkan sosok yang lain?
Menemani hampir 6 purnama…
lalu bagaimana dengan rasa?
bagaimana dengan debar di dada?
Mengapa kau kembalikan saat aku ingin lupa?
Tak mungkin menjadi lupa
Lupa bahwa kau pernah ada
Atau…yakinkanlah aku
bahwa cinta bisa datang dalam aneka rupa
Buat aku percaya
Bahwa cinta selalu percaya
Terima kasih…Karena kau hadir dalam sosok yang baru
Sosok yang tak akan pernah jadi milikku
Tapi itu cukup bagiku
Melihatnya tersenyum dan berkata
Kau layak bahagia….
5 Desember 2009
Oleh: Eswys

Surya yang Menyembuhkan

Sesaat engkau seperti siang
Sesaat engkau seperti hujan
Sesaat engkau seperti bulan
Sesaat engkau seperti bintang
Tapi bagiku selamanya…
engkau surya yang menyembuhkan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.