Dia, Dia dan Kamu
Di ujung hari penghujan Dia, Dia dan Kamu… lalu… Bagaimana dengan aku…? Yogyakarta, 8 Desember 2009 Eswys
Kau Layak Bahagia
Bagaimana dengan janji-janji? Bagaimana dengan mimpi-mimpi? Jendela usang penuh rahasia terbuka Embun dan angin menyelusup Menyibakkan genta gemerincing Memecah rembang petang yang basah Seolah kulihat sosok yang telah lama pergi Tertimbun tanah merah bermarka batu Hari ini kuharap itu hanya mimpi Mimpi panjang yang kunikmati sendiri Adakah kau di sana… Memandangiku, tersenyum dan berkata “Kukirim dia untukmu” Sementara kutahu itu tak mungkin Bukankah telah kau kirimkan sosok yang lain? Menemani hampir 6 purnama… lalu bagaimana dengan rasa? bagaimana dengan debar di dada? Mengapa kau kembalikan saat aku ingin lupa? Tak mungkin menjadi lupa Lupa bahwa kau pernah ada Atau…yakinkanlah aku bahwa cinta bisa datang dalam aneka rupa Buat aku percaya Bahwa cinta selalu percaya Terima kasih…Karena kau hadir dalam sosok yang baru Sosok yang tak akan pernah jadi milikku Tapi itu cukup bagiku Melihatnya tersenyum dan berkata Kau layak bahagia….
5 Desember 2009 Oleh: Eswys
Surya yang Menyembuhkan
Sesaat engkau seperti siang
Sesaat engkau seperti hujan
Sesaat engkau seperti bulan
Sesaat engkau seperti bintang
Tapi bagiku selamanya…
engkau surya yang menyembuhkan
My Father Shoes
Dia hanya punya satu
Dipakai hampir setiap hari
Dalam segala situasi
Melayani di Gereja
Mengirim wesel untuk anaknya
Menikahkan orang
Menghadiri pemakaman
Kecuali ke ladang
Warnanya hitam
Itupun pemberian
Dari saudara jauh
Yang kini entah kemana
Kata Ibuku
Sepatu itu kini ada tambalan
Tapi ia selalu tampan mengenakannya
Tak pernah lupa menggosok licin
Selicin rambutnya
Sebenarnya ayahku sangat pantas
Mengenakan sepatu bagus dari Toko kenamaan
Karena bagiku dia setampan James Dean
Diapun selalu wangi
Walau terkadang malas mandi
Dia hanya punya satu
Sepatu tua hitam bertambal
Jetis, 9 Juni 2009
Oleh: Eswys
Anak Panahku

Aku adalah pahlawan
Mereka anak panah
Di tanganku
anak panah itu akan melesat jauh
Menancap kuat
Di sasaran yang akan mereka tuju
Aku adalah pahlawan
Dan mereka anak panahku
Oleh: Eswys
Pameran Lukisan Kelas IX di SMPN 6 YK
Tanggal 22 Mei 2009 telah berlangsung Pameran Seni rupa oleh anak-anak kelas IX di SMPN 6 Yogyakarta. Pameran ini dalam rangka ujian praktek sekolah untuk anak-anak kelas IX dan dimotori oleh salah satu motor Kelompok Kesenian Kyai Kanjeng, yakni Bpk. Novi Budianto. S.Pd
KATA
Antara aku dan kamu
Untuk jadi kita
Hanya dibatasi oleh kata
Dan oleh kata pula
terucap ‘sudah’
untuk menjadikan kita hanyalah pernah
Oleh: Andre Tarmin
CATATAN SEORANG IBU
Kau telah mengubah hidupku, di hari aku mengandung dirimu. Detak jantungmu menyadarkanku, apa yang ada di dalam tubuhku. Tahap-tahap perkembanganmu, gambaran pertumbuhanmu. Aku tak pernah sepenuhnya tahu, mesti membeli warna merah muda atau biru. Lalu tiba saatnya kau hadir dalam pelukanku, Inginku melindungimu dari segala marabahaya seperti halnya semua ibu. Bayi mungil dengan sepuluh jari kecil yang baru. Sepasang paru-paru dan sebuah hidung kecil yang lucu. Begitu cepat kau bertumbuh, dan aku berjanji kan menghargai setiap hari. Melawan langit gelap dan kelabu dengan memberimu pelangi.
– Elizabeth Butera –
Guru

Anak Panah
<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
Guru adalah mereka yang menjadikan dirinya jembatan, para murid diundang untuk menyeberanginya.
Setelah semua menyeberang, ia dengan senang hati mengundurkan dirinya dan mendorong para murid untuk menciptakan jembatannya sendiri.
– Nikos Kazantzakis –
Bali
<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
Kau terlalu indah
Terlalu agung
Terlalu sempurna
Setiap ruasmu adalah bunga
Dan ombakmu adalah lagu
Anginmu adalah hidup
Dan sorakmu adalah pesta
Kini…
Jelitamu terkoyak
Entahkah dewata masih tinggal di sana?
Denpasar, 29 Pebruari 2008
Oleh: Endang Sriwahyuli Simanjuntak, S.Th